DON'T MISS IT!! :
Loading...

#

advertise
advertise

Penyebab Berat Badan Naik Setelah Bulan Puasa


Setelah bulan puasa berat badan bukannya turun malah tambah naik.

Kok bisa?, padahalkan bulan puasa atau bulan Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan kepada setiap muslim untuk berpuasa (-_- udah tau keleus), menahan untuk tidak makan dan minum mulai dari waktu subuh sampai waktu maghrib, secara sederhana berarti tidak ada kalori yang masuk kedalam tubuh kita selama kurang lebih 13 jam.

Kita sudah tau syarat untuk menurunkan berat badan adalah dengan memangkas kalori sehingga terjadi defisit kalori, artinya kalori yang masuk lebih kecil dari kalori yang kamu keluarkan (Calorie In < Calorie Out), so seharusnya bulan puasa menjadi momen yang tepat untuk menurunkan berat badan selain tujuan utamanya adalah untuk menjalankan kewajiban. “Lah terus kenapa gak turun, malah cenderung berat badan menjadi naik setelah bulan puasa”.

Nah di artikel ini aku akan paparkan beberapa penyebab dan alasan kenapa berat badan kamu bukannya turun tapi malah naik setelah bulan puasa, sehingga bisa kamu jadikan sebagai “warning” saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Penyebab pertama adalah waktu makan,

Kalau diluar bulan puasa normalnya kita mengkonsumsi makanan minimal 3 kali sehari yaitu diwaktu pagi hari, siang hari dan malam hari, maka dengan berpuasa kita menghilangkan dua waktu makan dipagi dan siang hari, artinya asupan kalori berkurang sampai 60% dalam sehari.

Sayangnya tidak, biasanya yang menyebabkan berat tidak turun adalah karena yang kamu lakukan cuma memindahkan waktu makan pagi dan sore hari tadi pada waktu malam hari, bahasa gaulnya di rapel. Biasanyakan begitu adzan Maghrib makan, sebelum Isya makan dulu, pulang tarawih makan lagi *sayang ngebisin “bukaan” masih banyak, kalau besok udah gak ada yang makan, mubazir*. *sebenarnya ini lagi nyeritain diri sendiri*

Masalahnya kamu memindahkan atau merapel waktu makan pada saat metabolism tubuh sedang rendah, dan sedikit aktifitas yaitu malam hari.

Penyebab kedua adalah apa yang kamu makan, 

Frekuensi waktu makan sendiri sebenarnya bukan menjadi masalah pada asupan kalori, jika kamu tetap memperhatikan kandungan kalori makanan. Artinya mau kamu makan saat berbuka, sebelum waktu isya, dan dilanjutakan lagi setelah tarawih, atau terhitung 3kali setelah bedug maghrib tidak akan menjadi deposit kalori selama dalam porsi yang cukup dan makanan yang kamu konsumsi adalah bukan makanan tinggi kalori, seperti karbohidrat kompleks, buah-buahan, sayuran, dan makanan “cair” seperti susu suplemen yang tinggi nutrisi tapi rendah kalori.

Tapi sebaliknya, kebiasaan yang ada malah makan makanan yang tinggi kalori, berbuka dengan bermacam kue-kue yang manis, minum minuman manis dan bahkan berbuka langsung dengan makan berat, nasi lengkap dengan lauk pauknya, dengan demikian kamu justru mambebani sitem tubuh.
Dalam keadaan puasa gula darah berada pada level rendah, kalau tiba-tiba diberi gula dalam konsentrasi tinggi akan terjadi Insulin Spike. Belum lagi dengan makan berlebihan saat berbuka akan mudah terserang kantuk saat menjalankan ibadah shalat Tarawih. Buktinya banyak penjual jajanan yang buka pada bulan Ramadhan selalu ramai pembelinya dan budget makanan selama bulan puasa bukannya berkurang dari bulan biasanya malah bertambah.

Atau sebagai contoh, supaya enak coba kita buat list makanan yang pada umunya biasa kita konsumsi (sehingga berat badan malah naik setelah bulan puasa) beserta jumlah kalorinya, lalu setelah itu kita hitung totalnya.

Makanan;
  • 1 potong Ote-ote/bakwan kandungan kalorinya sebesar 274 kkal
  • 1 potong Lumpia 110
  • 1 porsi Mihun goreng 455 kkal
  • 1 potong Tahu isi 134 kkal
  • 1 potong Lapis legit 511 kkal
  • Kolak satu mangkok 391 kkal

Minuman;
  • Segelas Es the manis 90 kkal
  • Satu porsi Cendol 465 kkal
  • Sirup 1 sdm, 53 kkal
*Mohon maaf buat makanan dan minuman yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, tapi tetap tidak mengurangi rasa hormat saya* 

Jadi totalnya semua kalori yang masuk hanya pada saat berbuka puasa saja adalah 2483 kkal, itu belum lagi yang diambil secara gak sadar. Emezing!

Cukup banyak malah bisa dibilang lebih, dan mungkin juga lebih banyak dari jumlah kalori diluar bulan puasa, mengingat rata-rata kebutuhan kalori harian orang dewasa adalah 2000 kalori perhari. Apalagi jika kamu lanjutkan dengan makan besar setelahnya, dan memang kamu seharunya mengkonsumsi makanan dari sumber lain lagi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian lainya, karena list makanan dan minuman diatas didominasi oleh sumber karbohidrat, dan tentu akan menambah jumlah kalori yang masuk lagi.

Sedangkan yang dimaksud dengan anjuran Rasulullah S.A.W dengan hadist beliau “berbukalah dengan yang manis” adalah makan secukupnya buah-buahan yang manis seperti beberapa butir kurma, dan madu atau menghindari dulu makanan yang dimasak “dengan api”. 

Kita tahu bahwa madu adalah makanan yang manis, kaya akan vitamin dan mineral, tetapi jenis gulanya berbeda dengan gula pasir. Demikian juga dengan kurma makanan yang kaya akan serat, vitamin dan mineral serta mengandung asam amino dan tergolong karbohidrat kompleks, bahkan kurma dan madu tidak hanya membantu menjada kestabilan gula darah, tetapi juga membantu berlatih dengan kapasitas optimal. Jadi beberapa butir kurma, madu, ditambah buah-buahan lainya dan air putih sebenarnya sudah cukup sebagai menu untuk berbuka puasa kamu.

Yang ketiga, kurang beraktifitas fisik, alias Mager


atau bahkan tidak berolahraga sama sekali selama bulan puasa. Kekurangan nutrisi dan kalori intake ditambah dengan minimnya aktifitas fisik malah akan mengaktifkan “saving energy mode” pada tubuh kamu,
dalam kondisi seperti ini tubuh merespon dengan berfikiran bahwa kamu sedang dalam kondisi “krisis” sehingga bukannya akan mengggunakan lemak dalam tubuh, justru sebaliknya tubuh kamu akan menyimpan energi untuk tetap bertahan dalam kondisi krisis yaitu dalam bentuk lemak.

Dan lebih parah dengan tidak melakukan latihan pasti akan menurunkan massa otot, selain itu juga karena otot adalah “mesin” pembakar dalam tubuh yang mengkonsumsi kalori yang besar sehingga tubuh akan berfikir perlu untuk mengurangi massa otot.

Memang bulan puasa sepertinya merupakan hambatan untuk berolahraga secara maksimal, tetapi dari kacamata metabolism harusnya momen ini justru menjadi suatu keuntungan, dengan berpuasa membantu mebersihkan sistem pencernaan, proses detoksifikasi, dan lebih mengistirahtkan organ pencernaan kita yang biasanya makan 3-5 kali dalam sehari, maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan olahraga, apalagi buat kamu yang memang rutin berolahraga diluar bulan puasa, tingal kamu siasati cara berlatihnya, misalnya dengan mengatur intensitas latihan, durasi latihan, dan waktu latihan selama berpuasa, sedangkan kamu yang diluar bulan puasa sekalipun jarang berolahraga, akan membutuhkan semacam keajaiban untuk bisa termotivasi sehingga bisa aktif berolahraga dibulan puasa.

Dan ingat kamu tetap harus memperhitungkan waktu dan durasi berolahraga saat sedang berpuasa.

Terus kapan waktu yang baik buat berolahraga saat sedang berpuasa?

Sebenarnya gak ada bedanya dengan memilih waktu olahraga diluar bulan puasa, yaitu memperhatikan performa saat latihan dan efek setelah latihan itu sendiri.

Jika kamu memilih latihan dipagi hari , sebaiknya lakukan dengan intensitas rendah, pilih olahraga yang ringan-ringan saja, karena kamu masih memerlukan sisa tenaga yang cukup untuk aktifitas seharian.

Mungkin sore hari bisa dibilang waktu yang baik, karena berdekatan dengan waktu berbuka, tetapi kekurangannya adalah tenaga kita tinggal sedikit setelah seharian berpuasa, selain itu biasanya sore hari sering diisi dengan kegiatan rutin seperti mempersiapkan “bukaan” ataupun membaca kitab suci sambil ngabuburit. Tetapi harusnya kamu masih bisa menyempatkannya sebentar untuk berolahraga ringan selama 20-40 menit dan hanya 3-5 hari dalam seminggu, gak tiap hari ini. 

Dan waktu yang ketiga adalah malam hari atau ba’da "Isya atau setelah shalat tarawih, waktu ini juga bisa dibilang baik karena tubuh kamu sudah kembali bertenaga setelah berbuka puasa, kendalanya mungkin rasa malas dan mengantuk, apalagi buat yang gak terbiasa berolahraga pada malam hari.

Yang terakhir penyebabnya adalah melewatkan makan sahur

Jika pada paragraf awal kita tau dengan berpuasa kita tidak mengkonsumsi makanan dan minuman selama kurang lebih 13 jam, maka dengan melewatkan makan sahur ototmatis waktu 13 jam tadi akan bertambah, artinya tubuh kita mengalami kekurangan nutrisi dan kalori dalam waktu yang lebih lama, sedangkan semua sudah ada tuntunan dan anjurannya. Akibatnya boro-boro berolahraga dipagi atau sore hari, menjalankan kegiatan sehari-hari aja pasti akan terasa lemas.

Jadi sebenarnya penyebabnya adalah terletak pada kebiasaan, kebiasaan yang diikuti dari keluarga atau lingkungan dan dianggap sebagai hal yang biasa, maka sebaiknya coba ubah kebiasaan kamu selama berpuasa di bulan Ramadhan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, berbuka secukupnya dengan memperhatikan jumlah kalori serta melakukan aktifitas fisik secukupnya secara rutin.

Dan semoga puasa dan amal ibadah kita selama bulan suci Ramadhan diterima oleh ALLAH S.W.T serta kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan bulan yang suci ditahun berikutnya, Amin Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

- mfikriazhari -


Referensi:
Toruan, Phaidon L, MM. 2015. The New Fat-loss Not Weight-loss gemuk tapi ramping. Jakarta. TransMedia Pustaka.
https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/bakwan?portionid=5125716&portionamount=1,000 
Penyebab Berat Badan Naik Setelah Bulan Puasa Penyebab Berat Badan Naik Setelah Bulan Puasa Reviewed by mfikriazhari on May 22, 2017 Rating: 5

6 comments:

  1. Oalah itu toh penyebabnya, entah kenapa pas buka puasa kalo makan ga bisa ngerem :D

    ReplyDelete
  2. ouh jadi gttu ya :D thanks infonya

    ReplyDelete
  3. lumayan banyak juga ya penyebabnya, harus diperhatikan nih :D

    ReplyDelete
  4. tapi gapapa sih soalnya ane kurus gan wkwk xD

    ReplyDelete
  5. Ternyata oh Ternyata.
    Pantesan Gan. Tahun kmren bngung knpa kok malah bb naik. Karna kalap pas waktu buka. Tengkyu sist. Infonya keceh 👍👍

    ReplyDelete

advertise
Powered by Blogger.