DON'T MISS IT!! :
Loading...

#

advertise
advertise

Prinsip Keseimbangan Energi serta Pengaruh Defisit dan Deposit Kalori Terhadap Berat Badan

keseimbangan energi

Prinsip Keseimbangan Energi serta Pengaruh Defisit dan Deposit Kalori Terhadap Berat Badan.

Motivasi untuk mendapatkan berat badan yang ideal, juga demi mendapatkan kesehatan perlu diperkuat dengan metode pencapaian yang benar. Sedangkan penampilan secara estetika adalah hasil ikutan dari upaya peningkatan kebugaran dan kesehatan.

Untuk itu bahasan kita kali ini adalah tentang prinsip dasar regulasi berat badan melalui keseimbangan energi, yang seharusnya diketahui oleh setiap orang sebagai dasar pengetahuan dalam menjalankan program diet maupun latihan.

Artikel terkait: Pengertian diet yang sebenarnya 

Kelebihan berat badan sudah menjadi masalah yang sangat umum, dan begitu juga sebaliknya banyak orang yang merasa berat badannya kurang atau terlalu kurus. Untuk itu mereka melakukan sejumlah upaya dengan menjalankan program diet maupun latihan untuk mendapatkan berat badan ideal.

Meskipun cukup mudah dipahami, nyatanya masih banyak diantara pelaku “diet” yang bahkan masih belum mengerti kalori itu seperti apa, pengaruh kalori saat menurunkan berat badan atau bagaimana keseimbangan kalori dapat mempengaruhi berat badan.

Calorie Intake vs Calorie Out/Burned

Kalori adalah satuan energi. Sebenarnya, kalori yang digunakan untuk
menggambarkan kandungan energi makanan biasa dikenal sebagai “Kalori Besar” karena setara dengan 1000 “kalori keci”. Kalori Besar sama dengan satu kilokalori (disingkat “kcal”).


“Kalori kecil” adalah energi yang cukup untuk menaikkan suhu satu gram air (satu gram air kira-kira seperempat sendok teh) dengan satu derajat celcius. Dengan demikian "Kalori Besar" atau satu kkal energi yang cukup untuk menaikkan suhu 1000 gram air dengan satu derajat celcius.

Tetapi biasanya dalam pembahasan yang berhubungan dengan makanan dan aktivitas fisik akan mengacu pada “Kalori Besar” sebagai “Kalori”. Dan perlu diingat, beberapa sumber mungkin menyebut "kalori" tetapi yang dimaksud merujuk pada “kilokalori” atau “kcal”.

Mudahnya, Kalori adalah (satuan) energi yang kita peroleh dari apa saja yang kita makan dan minum untuk menjalankan fungsi tubuh dan aktifitas sehari-hari lainya, dengan kata lain kalori juga sebutan untuk energi yang kita keluarkan.

Keseimbangan Energi

Prinsip dasar kehidupan manusia adalah menjalankan aktifitas, makan, dan istirahat. dan untuk melakukan itu semua tidak lepas dari aliran energi dari lingkungan (luar tubuh) kedalam tubuh dan dari tubuh ke lingkungan yang disebut sebagai keseimbangan energi. Pada saat kita mengkonsumsi makanan dan minuman berarti kita sedang memasukan energi ke dalam tubuh.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh diproses menjadi sumber energi yang larut dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Aktivitas yang dijalankan oleh tubuh, misalnya seperti berjalan, mengerjakan pekerjaan rumah, bekerja, berolahraga, bahkan saat tidurpun membutuhkan energi untuk mempertahankan kelangsungan hidup, yang didapat dari pemecahan energi didalam tubuh.

Keseimbangan energi di dalam tubuh ditentukan oleh masukan energi dan keluaran energi tubuh.

Weight Maintained / IsoCaloric Balance

Seperti yang dijelaskan diatas, jumlah kalori yang masuk atau calorie intake adalah apa saja yang kita konsumsi, makanan dan minuman selain mengandung sejumlah nutrisi juga menghasilkan energi bagi tubuh kita. Seperti kandungan nutrisi pada makanan, jumlah kalori pada tiap makanan juga berbeda-beda, untuk itu kita perlu mengetahui kandungan kalori pada makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari.

Dan jumlah energi yang dibutuhkan atau dikeluarkan oleh tubuh, untuk menjalankan fungsi vitalnya dan menjalankan aktifitas lainnya atau disebut Calorie Out didasari oleh 3 komponen, yaitu BMR (basal
metabolic rate), aktifitas fisik, dan TEF (thermic effect of food) atau
proses pencernaan makanan.


Artikel terkait: 3 Komponen yang mempengaruhi kebutuhan energi sehari-hari.

Dan diantara keiganya, Metabolisme basal adalah komponen yang paling besar dalam menghabiskan kebutuhan energi harian, 60 bahkan sampai 80% kebutuhan kalori harian diperlukan hanya untuk metabolisme basal.

Jika jumlah kalori yang masuk sama dengan kalori yang dikeluarkan makan akan terjadi keseimbangan kalori.

Positive Caloric Balance

Adalah keadaan dimana jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari jumlah kalori yang keluar, sehinga terjadi deposit atau surplus energi.


Kalori disimpan dalam molekul biologis yang membentuk makanan yang kita makan. Dengan “membakar” molekul biologis ini, kita melepaskan energi untuk proses yang memerlukan energi, seperti Metabolisme dan aktivitas fisik.

Bila kita makan lebih banyak Kalori daripada yang kita bakar, maka kelebihan Kalori dapat disimpan sebagai molekul biologis atau cadangan energi (Glikogen dan lemak) di jaringan dan organ tubuh kita.
Setiap kelebihan energi didalam tubuh akan disimpan sebagai lemak, satu pond (0,45 kg) lemak setara dengan 3500 kalori.

Deposit energi akan menyebabkan kenaikan berat badan jika terjadi dalam jangka panjang. Dan hal ini menjelaskan bahwa tidak ada satupun makanan di dunia ini yang (secara langsung) menyebabkan kegemukan sehingga harus dihindari, melainkan penimbunan kalori yang banyak didalam tubuh yang membuat seseorang menjadi gemuk.

Negative Caloric Balance

Sebaliknya adalah defisit kalori. Jika kita membakar lebih banyak kalori dari pada yang kita makan, molekul biologis yang disimpan di jaringan dan organ kita (glikogen, jaringan lemak, bahkan jaringan otot) harus digunakan untuk memenuhi pengeluaran ini.

Semakin besar defisit yang terjadi semakin banyak cadangan energi yang terpakai. Maka, dengan cara inilah kita mulai menurunkan berat badan. 

Sampai disini penjelasan mengenai bagaimana kalori mempengaruhi berat badan seharusnya sudah cukup jelas.

Tetapi ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam menentukan berapa besar defisit maupun deposit kalori. 

Pahami ilmu di balik turunnya berat badan.

Kebanyakan orang memahami arti diet adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat, melewatkan jam makan, dan juga dengan berolahraga tanpa memahami dasarnya seperti berlari menggunakan jaket parasut disiang bolong, berolahraga dengan perut kosong, sampai sit-up habis-habisan.

Padahal kita perlu tau mengapa sampai harus mengurangi asupan karbohidrat, lemak, bagaimana memulai berolahraga, dan menjalankan pola makan yang berbeda sehingga dapat menjalankan diet dengan baik.

Sudah sama-sama kita ketahui dari penjelasan diatas, menurunkan berat badan adalah jumlah kalori yang masuk harus lebih kecil dari pengeluaran kalori harian atau disebut defisit kalori, sayangnya hal ini yang belum dipahami sebagian pelaku diet fatloss, mereka hanya asal mengurangi makan dan berolahraga seperti yang disebutkan sebelumnya, tapi mereka tidak tau apakah cara itu benar dan apakah memang dengan mengurangi porsi makan mereka sudah mengalami defisit kalori.

Artikel terkait: 3 kesalahan BESAR yang sering dilakukan saat mencoba menurunkan berat badan.

Semakin besar defisit kalori semakin cepat berat badan turun, tetapi saat memangkas kalori, kita tidak bisa sembarangan dengan memangkasnya terlalu banyak.

Memangkas kalori terlalu banyak apalagi sampai kurang dari nilai BMR akan merusak fungsi vital tubuh, seperti regenerasi sel, bernafas, penecernaan, dan kerja organ dalam tubuh lainnya. Selain itu terlalu banyak memangkas kalori akan menyulitkan dalam memnuhi kebutuhan asupan gizi.

Begitu juga dengan surplus kalori, semakin besar surplus kalori yang terjadi atau terjadi peningkatan berat badan dengan cepat semakin besar kemungkinan untuk naiknya kadar lemak dalam tubuh.

Sedangkan untuk menambah berat badan dengan menaikan massa otot diperlukan sejumlah program latihan dan memerlukan waktu secara bertahap.

Komposisi tubuh kita terdiri dari susunan tulang, cairan, jaringan lemak dan otot, dari keempat komponen tersebut, cuma lemak dan otot yang dapat kita ubah massanya secara signifikan sehingga memberikan perubahan terhadap bentuk dan berat badan.



Jika keseimbangan energi/kalori menentukan apakah berat badan akan bertambah atau berkurang, maka diperlukan cara atau program diet dan latihan yang berbeda-beda untuk menurunkan kadar lemak atau menaikan massa otot, dan begitu juga sebaliknya.

Dengan mengetahui prinsip keseimbangan energi (calorie in dan calorie out) ini, dalam menjalankan program diet kamu bisa jadi lebih realistis, tau mengapa dan bagaimana berat badan bisa naik atau turun, sehingga tidak mudah termakan janji-janji sebuah produk pelangsing, program diet atau kelas-kelas olahraga yang menawarkan turun berat badan secara drastis dalam waktu singkat.

 -mfikriazhari-


Referensi:
APKI.2016. Fitness Trainer Study Guide. Jakarta: Asosiasi pelatih kebugaran Indonesia.
Departemen Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Fitness personal trainer guide.
http://www.functionalps.com/blog/2013/09/03/components-of-daily-energy-expenditure/ (diakses 9-8-2017)
Prinsip Keseimbangan Energi serta Pengaruh Defisit dan Deposit Kalori Terhadap Berat Badan Prinsip Keseimbangan Energi serta Pengaruh Defisit dan Deposit Kalori Terhadap Berat Badan Reviewed by mfikriazhari on August 09, 2017 Rating: 5

No comments:

advertise
Powered by Blogger.